Minggu, 27 April 2008

terima kasih sebelumnya atas perhatian anda yang setia dengan blog saya. mohon maaf sebelumnya karna kesibukan dan lain-lain jadi saya belum bisa posting baru doakan saja secepatnya. trim's

Rabu, 23 Januari 2008

from my Heart

Secret of My Chan
Namanya Chan, aku kali pertama bertemu dengannya di suatu acara kepengurusan. Pertama bertemu rasanya, juga biasa. Belum ada yang special. Hatiku memang kacau, mungkin karena aku sudah lama membiasakan hatiku untuk sendiri.
Banyak orang suka dengan senyumku, tawa ku, juga gaya cuekku. Tapi tidak sedikit orang mencaciku, itu karena aku orang yang begitu Moodly. Kalo lagi nggak Mood, ya bakal ngelakuin sesuatu yang aku suka, termasuk nyuekin orang. Dan aku juga tidak pernah memperlakukan hal yang sama kesemua teman pria-ku. Bagiku mereka semua adalah Client. Jadi aku harus memberikan service terbaik untuk mereka.
Dan semua telah berlangsung selama bertahun-tahun, dan aku tak pernah bosan. Saat aku suntuk aku akan bilang, “I like my life”.
Hari berlalu, tapi Chan terus berusaha mendekatiku. Hemm, it’s ok. Dia akan melakukan banyak hal seperti yang dilakukan semua teman lelaki. Tapi Chan, bisa mencapai level yang lumayan tinggi dibanding dengan yang lain. Aku menghormatinya, aku menghargai semua usahanya. Tapi aku tetap aku, aku akan tetap terus menjadi diriku.
Beberapa tahun yang lalu, aku mungkin baru pertama kalinya mengizinkan seorang pria untuk menjadi kekasihku. Bukan karena kasihan, tapi karena aku lebih menghargai kejujurannya. Meskipun sempat melewati Blind Date, namun kisah kami harus berakhir 3 bulan berikutnya. Karena memang berat buat kami untuk menjalani sebuah hubungan yang Long distance. Sebenarnya kalo dipikir secara fisically, dia bukan sosok yang tampan. Tapi terlebih karena dia punya hobi yang buatku ekstrim, Racing motor cycle.
Tapi Chan bukan mantanku, dia hanya teman. Aku juga membiarkan semua temannya yang lain untuk dekat denganku. Bagiku rumus terpenting dalam membina hubungan dengan lelaki yakni saat yang disampingnya kita harus “be the one”. Katakan padanya bahwa hanya dia satu-satunya. “you just the One”.
Chan juga selalu menelpon ku. Terkadang aku menelponnya sekali waktu, yah..hanya untuk menunjukkan bahwa aku memperhatikan dia. Just it..
Perlahan tapi pasti, aku sadar bahwa aku telah menghabiskan banyak waktu untuk melayani Chan, sampai suatu saat aku bertemu temannya yang lain. Aku baru tahu kalau mereka telah mengira bahwa kami, antara aku dan Chan telah menjalin sebuah hubungan kasih. Dan aku hanya tertawa. “kamu juga temanku, So..kenapa harus sungkan atau takut dengan chan. Kecuali kalau kamu sudah tidak mau jadi mau temanku”. Dengan kata-ku tadi mereka mulai bercerita lagi dan bercanda tawa seperti biasa. Andai suatu saat nanti aku bertemu Chan, dan ia meminta penjelasan tentang statusnya, aku akan mengatakan dengan jujur. “we just friends, jangan anggap aku lebih sebelum ada pernyataan resmi dari kamu, Chan. Dan pernyataan bagiku adalah secara lesan dan tertulis”. Aku sebenernya bukan tipe orang yang muluk-muluk. Namun apa salahnya jika kita akan terus mencari seperti yang kita mau.




Akar masalah dalam perceraian biasanya disebabkan karena kurangnya rasa puas dengan pasangan. Baik secara materil dan nonmaterial. Jadi jangan heran bila ada seorang laki-laki yang mengaku belum memiliki pasangan padahal sudah. Mungkin ada kekurangan dalam diri pasangannya, sehingga ia selingkuh. Entah hanya untuk senang-senang, melepas kejenuhan, atau memang karena pasangan selingkuhnya memeliki sesuatu yang tidak dimiliki pasangannya. But, pepatah bilang “No body’s perfect in this word”. Sama halnya dengan aku dengan Chan, karena Chan bukan tipe yang aku mau, jadi kemanapun aku pergi aku akan mengatakan bahwa aku masih sendiri. “this is my Secret, I can’t tell about this to him. And I don’t wanna do this”. Mungkin ini juga bukan sesuatu yang aku sembunyikan dari Chan, tapi juga kesemua teman lelakiku.
Bagiku tujuan dari hidup adalah untuk mencari kepastian. Juga kepastian dalam menjalin hubungan dengan lawan jenis. Aku akan tetap bertahan dengan komitmen ku dari awal, untuk menikah di usia Belia. Namun sembari menunggu waktu datangnya sang pangeran, aku akan memfokoskan diri dengan Karier. Tidak untuk Chan, tidak untuk mantan kekasihku, dan tidak untuk semua pria.
Aku pasti tau jika pangeran itu tiba. Dia bukan seseorang yang seperti aku temui selama ini, Dia akan segera melamarku tanpa harus aku dulu yang memancingnya. Dia tidak akan mudah kurayu seperti yang lain. Dan dia akan menjadi satu-satunya lelaki yang bisa membuatku merasa jadi gadis yang paling bodoh saat didekatnya.
Maafkan aku Chan, bukan maksudku juga membeberkan kisah ini ke public. Ini hidupku. Aku juga berhak mengatakan ini, berhak menangis untuk tidak kau tinggalkan begitu saja setelah kamu tahu segalanya. Cinta memang bisa dibuat, direkayasa seperti yang aku perbuat padamu. Jadi, beraktinglah seperti yang aku mau. Sekali lagi maafkan aku…


Story of my life
Searching for the right
But it keeps avoiding me
Sorrow in my soul
cause it seems that wrong
really loves my company

He's more than a man
and this is more than love
the reason that the sky is blue
the clouds are rolling in
because I'm gone again
and to him I just can't be true

and I know that he knows I'm unfaithful
and it kills him inside
to know that I am happy with some other guy
I can see him dying

I don't wanna do this anymore
I don't wanna be the reason why
Everytime I walk out the door
I see him die a little more inside
I don't wanna hurt him anymore
I don't wanna take away his life
I don't wanna be
a murderer
(Rihanna-Unfaithful)

Surabaya, January 23rd 2008
Title : My Diary
Ariesholic_25@yahoo.co.id

Minggu, 13 Januari 2008

The Memoar of pra-ONE
Menjadi seorang Gadis memanglah tidak seindah yang kita bayangkan, melewati banyak jalan dengan banyak pikiran. Selain itu sikap orang tua yang berubah menjadi terlalu protektif juga tak kalah hebohnya, namun semua itu mereka lakukan Karena kasih sayangnya terhadap kita.
Namun ada segelintir pengalamn yang pasti pernah anda lewati kala masa-masa menjadi seorang Perawan atau Gadis, saya sengaja membuat judul dengan kata-kata pra-One. “pra” berarti masa-masa sebelum…sedang maksud kata “ONE” artinya satu, sehingga bermaksud “masa-masa sebelum menjadi sesuatu yang bersifat satu” , kata satu disini bermaksud sesuatu yang dianggap abadi, sesuatu yang sifatnya tetap dan jelas. Makna kalimat bermaksud bahwa Saat-saat kita menjadi Remaja terkadang menjadi masa-masa sulit bagi kita dalam menghadapi segala transisi atau perubahan, bahkan perubahan perasaan serta sudut pandang kita dalam menghadapi lawan jenis. Wanita cenderung lebih sedikit berpikir dewasa. berharap dapat bertemu dengan teman pria yang dapat menjadi pendampingnya selamanya.
Wanita remaja atau pra-ONE, cenderung menikmati saat-saat indah kala menjadi incaran sang pria. Sebab kala itu para pria juga sedang mencari jati dirinya lewat pencarian cinta serta wanita yang mampu mengimbanginya. Tak hanya itu, terkadang persaingan untuk mendapatkan seorang pra-ONE begitu meresahkan, sebab mereka tak hanya terlibat dalam sebuah adu fisik, adu mental bahkan terkadang tak jarang terlibat dalam adu mistik. Mungkin itulah masa atau kondisi yang aneh, menegangkan atau bahkan terkesan GAK PENTING.
Belum lagi bila orang tua sudah ikut-ikutan ambil komentar tentang teman pria. Mulai dari si A, si B dll. Di situlah kesabaran kita mulai diuji, sebab disaat itu kita harus pandai-pandai mengatakan dan menjelaskan karakter dan posisi atau status teman tersebut. Setiap orang tua pasti pernah mengalami masa remaja, tapi kita belum pernah merasakan jadi orang tua. Lain umur lain pemikiran, lain generasi tentu lain budaya. Mungkin inilah yang juga dirasakn oleh beberapa teman kita, yang mohon maaf sampai kini masih sendiri atau memang mereka merasa betah dengan kesendirian. Mungkin juga dengan saya saat ini, lebih memfokuskan pikiran pada tahun 2008 ini keurusan karier. Sebenarnya kalau boleh jujur, saya masih ingin menikmati masa transisi ini. Namun terkadang hidup terlalu banyak pilihan, tapi…nikmati saja setiap pilihan-pilihan yang ada di depan anda saat ini, jadikan petualangan yang tak terlupakan. Kejar apa yang pantas anda dapatkan.
Welcome to the 2008
Riuh suara manusia menyambut awal dari sebuah catatan dan kita berdoa sembari menatap langit yang sama. Demi sebuah perubahan dihari esok yang lebih berarti……

Tahun 2007 telah meninggalkan kita, beberapa langkah kita kini menjadi puing-puing kenangan yang pantut menjadi bahan renungan kita. Bahkan disetiap kesempatan dalam detik-detik menjelang pergantian tahun, kita seolah diingatkan terus dengan setiap kejadian, fenomena yang terjadi selama setahun. Mulai dari bencana alam, kejadian-kejadian fenomenal, sampai lika-liku kehidupan sejumlah artis ibukota. Seolah hidup ini akan terus berlanjut tak kan terhenti.
Sebenarnya perubahan tidak harus direncanakan di setiap awal tahun, bagi sebagian warga Indonesia menganggap inilah cara efektif untuk menggenjot prestasi juga kinerjanya di tahun mendatang. Sayangnya, saya menganggap ini hanya bisa dilakukan untuk planning jangka panjang, Yang sifatnya rumit. Misalnya jabatan, suatu status atau pekerjaan baru.
Banyak orang punya cara sendiri dalam merayakan event tahun baru. Ada yang sengaja memilih tempat yang sunyi sambil merenungi nasib, menghabiskan detik-detik pergantian tahun bersama dengan orang teredekat sambil mengadakan pesta kecil. Namun tak jarang juga yang menghabiskan waktu dengan cara ugal-ugalan dijalan tanpa memperhatikan keselamatan pengguna jalan yang lain. Inilah cara sebagian orang Indonesia, di California masyarakat merayakannya dengan Festival tahunan yang diselenggarakan begitu meriah. Persis tanpa adanya tindakan arogansi didalamnya.
Inilah yang menginspirasi saya untuk menginformasikannya kepada anda. Anda tentunya tidak ingin melewatkan moment pergantian tahun begitu saja.ad banyak hal yang berarti yang ingin anda lakukan. Selain juga berdoa berharap agar akan tetap diberikan yang terbaik di tahun mendatang, semoga di tahun 2008 ini semua yang kita cita-citakan terwujud. Serta semua visi-misi kita dapat terlaksana dengan lancar. GOD BLESS YOU.

Sabtu, 29 Desember 2007

primbon haid khusus wanita

PriBÓИ Pöæťŕì
Primbon Poetri ini menghadirkan ramalan-ramalan berdasarkan tanggal, hari , waktu serta pasaran hari dimana kita mengalami haid. Contoh : Hani tanggal 14 bulan desember haid pada pukul 24.00wib, hari jum’at kliwon. Pukul diambil berdasarkan waktu keluarnya haid. Demikian penjelasan singkat dari Primbon Poetri ini, semoga bermanfaat.


ŴǻQŤŰ

06.00 : Selalu merasa curiga
07.00 : Kegembiraan
08.00 : Rindu Keluarga
09.00 : Janji yang mesra
10.00 : Merasa gembira
11.00 : Kesetiaan
12.00 : Perasaan hati saja
13.00 : Tidak kecewa
14.00 : Sedikit kekecewaan
15.00 : Menerima sesuatu dari kekasih
16.00 : Perjuangan batin
17.00 : Cinta mulai tumbuh
18.00 : Kurang memuaskan
19.00 : Kekecewaan
20.00 : Hanya lamunan
21.00 : Rindu kekasih
22.00 : Dapat pengalaman pahit
23.00 : Kesetian
24.00 : Kasih berbalas
01.00 : Akan berjumpa dalam waqtu dekat
02.00 : Dia tidak lupa
03.00 : Menerima janji
04.00 : Cinta makin berkurang
05.00 : Mendapat malu








ĦąŔį

Ahad : Berjumpa kenalan lama
Senin : Mendapat keuntungan
Selasa : Bersuka ria
Rabu : Pertengkaran
Kamis : Bersedih hati
Jum’at : Mendapat keuntungan
Sabtu : Ada kejadian yang mengejutkan

pášǻŕăʼn

Kliwon : Mendapat keuntungan
Legi : Bersuka ria
Pahing : Akan ada tamu
Pon : Kejadian menyedihkan
Wage : Ada kehalangan

ŢăήġĢąĻ

1: Sedikit puas
2: Bersedih hati
3: Ada pertengkaran kecil
4: Mendapat keuntungan
5: Mengalami kekecewaan
6: Mendapat suatu kabar
7: Menerima hadiah
8: Akan diajak pesta
9: Terhindar dari kecewa
10: Surat dari kekasih
11: Mendapat kesenangan
12: Bersedih hati
13: Terlepas dari kesulitan
14: mendapat undangan
15: Berita yang mengejutkan
16: Ada perselisihan kecil
17: Mendapat pujian
18: Sedikit halangan
19: Di fitnah
20: Ada permusuhan
21: Mendapat kesusahan
22: Akan di pinang
23: Mendapat malu
24: Rizki agak baik
25: Menerima uang
26: Mendapat pujian
27: Hati merasa lapang
28: Penderitaan batin
29: Pergi ke suatu tempat
30: Mendapat kegembiraan

libur akhir tahun

Libur di akhir pekan telah tiba, terlebih lagi dengan adanya libur di penghujung tahun 2007 ini. Hal ini menjadikan libur terasa panjang. Bertepatan dengan Hari Raya Idul Adha 1428 Hijriyah serta libur Hari Natal dan disusul dengan tahun baru yang hanya berjarak lima hari saja. Tak hanya itu demam libur panjang juga dinikmati sejumlah Mahasiswa di beberapa Universitas. Sebut saja Universitas ITS, yang menon aktifkan kegiatan mengajarnya sampai tanggal 3 Januari 2008 mendatang. Sedang di Universitas Negeri Surabaya hari libur mencapai 1 bulan. Bahkan di Universitas Petra Surabaya mulai aktif tanggal 1 Maret 2008 mendatang .
Hal ini sungguh sangat mengherankan. Di luar semua itu, di luar negeri masyarakat bekerja setiap hari tanpa mengenal istilah libur akhir pekan, seolah-olah mereka bekerja selama 9 bulan dan hanya memiliki waktu libur selama 3 bulan. Dan yang akhirnya terjadi ialah, mereka menjadi lebih bisa menikmati arti libur serta bisa memanfaatkan peluang ini semaksimal mungkin. Sedangkan di Tanah Air fenomena yang terjadi ialah masyarakat lebih mengharapkkan hadirnya hari libur yang sifat kehadirannya continue. Contoh kecil, saat hari jum’at kita selalu berharap akan hadirnya hari sabtu. Sebab di hari ini pekerjaan-pekerjaan serta rutinitas yang lain juga akan berhenti sejenak. Akibatnya masyarakat terlalu terlena dengan libur sesaat tersebut sehingga pada saat masuk kembali mereka belum bisa memaksimalkan kinerjanya. Karena hawa malas bersantai ria di rumah masih terasa. Itulah fakta yang terjadi, jadi kita hanya bisa memanfaatkan 5 hari kerja. Dan selebihnya kita sudah mulai terjangkiti virus akhir pekan dengan setumpuk angan-angan. Lalu bagaimana dengan sistem pemberian hari libur di luar negeri ??
Tentu saja hal ini nampaknya tidak akan terlalu menyulitkan bagi masyarakatnya. Sebab sebagian dari mereka tak jarang adalah seorang workaholic. Coba kita perhatikan sistim kerja mereka yang tidak asal-asalan. Benar-bener disiplin dan berusaha memaksimalakan potensi kerja mereka. Rasa tanggung jawab dan disiplin yang ternyata menjadi kunci utama bagi mereka. Lalu bagaimana pula bila sistim libur dan hari kerja di luar negeri tersebut bila diterapkan di Indonesia ?? sanggupkah masyarakat Indonesia menjalankannya ??.
Sedang dalam kasus kecil seperti disiplin membuang sampah ditempatnya saja masih belum berjalan secara baik. Ini menunjukkan bahwa kita terlalu lama membiarkan sejarah malas dan bertindak semau sendiri terukir secara tak sadar di mana-mana. Apa mereka tidak ditegur ?? lalu bagaimana dengan sangsi-sangsi hukum ?? semuanya terasa sempurna, setelah masih banyaknya kasus anak putus sekolah, harga BBM yang tak pernah bosan naik, belum lagi harga sembako dan teman-temannya yang juga setia mengikuti harga BBM. Permasalahan social yang juga seringkali di runcingkan oleh factor perekomian. Dan maraknya tindak-tindak kejahatan yang seolah tiada menyurut.semuanya kini seolah tinggal omong kosong belaka. Sebab, (mohon maaf) tak jarang beberapa oknum penegak hukum kita juga kurang menjalankan tugasnya. Oleh karena itu jangan heran bila akhirnya masyarakat lebih peduli dengan urusan hidup masing-masing. Baginya hukum/ aturan/ sangsi-sangsi tersebut hanya pajangan yang tak mempengaruhi. Bayangan dapat menikmati hidup dengan santai dan duduk santai saja tanpa harus pusing mengatur uang belanja dan sekolah anak sudah menjadi impian wajib masyarakat kita. Yang telah terjadi semoga tak kan terjadi pada generasi muda kita, sebab hanya merekalah nasib masa depan bangsa kita dibawa. Bantu mereka untuk membangun Negara, selamatkan property serta aset-aset Negara dari tangan –tangan usil. Kenali lebih Negara Indonesia, bangkitkan semangat masyarakat dengan melawan musuh besar generasi muda kita. Be Good and Say No to NARKOBA. Keep Healthy dan hindari HIV/AIDS.

Rabu, 21 November 2007

artikel mengatasi rasa takut

Anda pernah ketakutan akan sesuatu ?????

Perasaan takut pernah dialami oleh setiap manusia. Ini menandakan bahwa takut termasuk hal yang alami. Namun, yang perlu di garis bawahi ialah kita harus bisa mengontrol rasa takut kita. Jangan sampai rasa takut ini terlihat berlebihan sehingga membuat kita sendiri tidak nyaman dan yang terpenting tidak memalukan.
Nah, membahas tentang rasa takut. Tentunya langsung mengingatkan anda akan sesuatu yang selalu membuat bulu kuduk anda berdiri. Ada banyak hal yang bisa membuat anda takut. Bisa jadi hal itu sesuatu yang sangat sepele. Boleh karena bentuk yang mengerikan, menjijikkan, atau bahkan menyebalkan.
Sebenarnya apa sich takut itu??? Menurut buku “EASY PEASY”, Takut atau yang dalam bahasa inggris berarti FEAR adalah kepanjangan dari Fear Evidenco Appearing Real. Bila di terjemahkan artinya BUKTI TIDAK BENAR YANG TERLIHAT NYATA.
Jadi, bila kita takut sebenarnya kita tidak sedang menghadapi apa-apa. Sebab sesuatu yang tidak ingin kita hadapi tersebut tidak nyata ada di depan mata kita. Lalu bagaimana dengan anda, apakah anda masih nyaman hidup dalam baying-bayang ketakutan????

Selasa, 20 November 2007

SEKILAS TENTANG LP3I

PERBEDAAN lP3i DAN KULIAH UMUM

Masyarakat Indonesia masih memandang gelar kesarjanaan sebagai sebuah gengsi dan kehormatan, sehingga banyak yang berpendapat bahwa Business College di anggap tidak bergengsi dan tidak memiliki gelar. Namun asumsi buruk tentang busines College tidak semua benar., karena lulusan LP3i telah membuktikan bahwa setelah kuliah selama 2 tahun mayoritas sudah mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan jurusan yang di ambil.

Lulusan LP3i di didik untuk terampil dan memiliki kemampuan serta keahlian dalam bekerja, tentunya perusahaan puas akan kinerja dari lulusan LP3i di perusahaan mereka. Banyak sekali keuntungan yang di peroleh saat kuliah di Business College terutama LP3i daripada kuliah umum (gelar Sarjana) yaitu dosen di LP3i lebih banyak Dosen Praktisi, hal ini di tujukan agar ilmu yang disampaikan adalah ilmu yang benar – benar sedang di terapkan pada Dunia kerja. Selain itu ruang kelas di dalamnya max 25 orang, hal ini di tunjukkan agar mahasiswa lebih nyaman dalam menyerap ilmu yang di sampaikan. Proses penempatan kerja di Bantu penuh mulai dari pembuatan surat lamaran, menghadapi psikotes, wawancara Dll. Sehingga pada puncak lulusan LP3i memiliki pengalaman kerja serta gelar sarjana (apabila ingin melanjutkan kuliah mengambil gelar Sarjana).
Beda halnya dengan kuliah umum yaitu dalam system pembelajaran lebih banyak nalar, resiko DO lebih tinggi, dan masih perlu training untuk bisa bekerja. Selain itu jumlah setiap kelas lebih dari 40 orang hal ini akan membuat mahasiswa tidak konsen dalam menyerap ilmu. Sehingga pada saat kelulusan, mahasiswa hanya mendapatkan “gelar sarjana tetapi mencari kerja” & tidak memiliki pengalaman kerja sesuai jurusan.
Masyarakat Indonesia masih memandang gelar kesarjanaan sebagai sebuah gengsi dan kehormatan, sehingga banyak yang berpendapat bahwa Business College di anggap tidak bergengsi dan tidak memiliki gelar. Namun asumsi buruk tentang busines College tidak semua benar., karena lulusan LP3i telah membuktikan bahwa setelah kuliah selama 2 tahun mayoritas sudah mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan jurusan yang di ambil.

Lulusan LP3i di didik untuk terampil dan memiliki kemampuan serta keahlian dalam bekerja, tentunya perusahaan puas akan kinerja dari lulusan LP3i di perusahaan mereka. Banyak sekali keuntungan yang di peroleh saat kuliah di Business College terutama LP3i daripada kuliah umum (gelar Sarjana) yaitu dosen di LP3i lebih banyak Dosen Praktisi, hal ini di tujukan agar ilmu yang disampaikan adalah ilmu yang benar – benar sedang di terapkan pada Dunia kerja. Selain itu ruang kelas di dalamnya max 25 orang, hal ini di tunjukkan agar mahasiswa lebih nyaman dalam menyerap ilmu yang di sampaikan. Proses penempatan kerja di Bantu penuh mulai dari pembuatan surat lamaran, menghadapi psikotes, wawancara Dll. Sehingga pada puncak lulusan LP3i memiliki pengalaman kerja serta gelar sarjana (apabila ingin melanjutkan kuliah mengambil gelar Sarjana).
Beda halnya dengan kuliah umum yaitu dalam system pembelajaran lebih banyak nalar, resiko DO lebih tinggi, dan masih perlu training untuk bisa bekerja. Selain itu jumlah setiap kelas lebih dari 40 orang hal ini akan membuat mahasiswa tidak konsen dalam menyerap ilmu. Sehingga pada saat kelulusan, mahasiswa hanya mendapatkan “gelar sarjana tetapi mencari kerja” & tidak memiliki pengalaman kerja sesuai jurusan.

Minggu, 18 November 2007

cerpen MY BRO!!!!

Aku mengenal lelaki itu dari temanku, Reva. Orangnya asyik dan kalau diajak berbicara ramah. tak perlu waktu yang lama aku dengan dia telah akrab layaknya orang yang telah lama kenal. Padahal Dia terbilang seniorku, baik dari segi umurnya sampai segi akademiknya.
Satu cerita yang jadi awal perkenalanku dengannya, pada waktu acara ulang tahun kampusku, Dia berkenalan dengan Reva. Sebagai seorang manusia yang sedikit diberi kelebihan oleh Tuhan, aku tahu kalau sebenarnya lelaki itu telah lama naksir dengan Reva. Tapi aku memang sengaja tidak membicarakan hal itu pada reva. Aku ingin tahu sejauh mana perasaannya Reva itu peka.
Kurang lebih selama seminggu setelah peristiwa perkenalan itu, aku bertemu lagi dengan lelaki itu. Dan selama waktu seminggu itu pula Reva sering curhat kalau akhir-akhir ini Dia sering mendapat SMS dari orang yang tidak dikenal.
Disana hanya ada identitas nama Elang, kufikir tak ada orang yang sedang iseng selain lelaki itu.
Mungkin saat ini firasat-firasatku belum meleset, entah bagaimana dengan esok. Aku semakin membiarkan hubunganku baik-baik saja dengan lelaki itu, meski beberapa detik yang lalu aku telah memanggilnya Abang. Sebutan yang masih sedikit asing untuk lisanku. Tapi seiring dengan berjalannya waktu aku makin terbiasa. Bahkan sering kali aku merasa ketakutan kalau-kalau aku tak dapat memanggil sebutan itu.
Dia-lah lelaki yang makin menutup fikiranku dari orang lain. Dan aku tak menolaknya saat Dia meminta aku untuk membantunya mendekati Reva. Reva, ya Reva temanku yang mungkin tanpa sedikitpun memikirkan tentang siapa Elang. Dia temanku yang hatinya hanya terukir kata Sakit dan dendam.
Aku menyanggupinya meski hanya dengan sedikit harapan. Karena Reva, aku tau apa yang terjadi dalam hari-harinya. Sedikit luka masa lalunya telah mengoyak akal sehatnya.
Sedikitpun aku tak ingin Abangku menjadi korban Reva selanjutnya. Tetapi, karena Elang telah menjadi bagian dalam otakku, ku jalani ini dalam rangka mengulang profesiku yang dulu.

Aku hanya menikmati detik-detik episodeku yang baru. Tersenyum dengan orang lain tanpa palsu, benar-benar aku yang baru. Bahkan aku telah lupa bagaimana indahnya dilukai oleh mantan kekasihku.
Sampai aku menangis saat Reva mengatakan kalau ia tak sanggup dan tak ingin mejalani hari-harinya dengan Elang. Hanya karna Reva ingin benar-benar hidup normal tanpa harus menyakiti setiap lelaki untuk memuaskan dendamnya dimasa lalu.
Aku benar-benar menangis karna mereka. Tanpa kusangka Reva memenuhi janjinya untuk tidak menyakiti hati para kaum adam dan telah menetapkan hatinya pada satu orang, dan menangis karena Elang, abangku tak mendapatkan kesempatan baik itu.
Aku tak pernah seperti ini pada abang-abangku yang lain. Aku juga tak pernah sesedih ini. Seolah-olah Elang telah menjadi sosok dalam jiwaku. Sosok yang menggatikan posisi mantan kekasihku.
Entah sampai kapan aku akan menikmati masa-masa ini. aku hanya sanggup menjalaninya saja. Tanpa banyak berfikir untuk hal-hal yang lain.

*****
Di suatu sore, aku hanya berdua dengan Elang. Dipinggir danau menemaninya mengadu tentang kesedihannya yang diam-diam masih ada. Hanya tentang Reva dan Reva, air matakupun tak mengering setiap mendengar keluh kesahnya. Kufikir apa sebenarnya setiap lelaki punya perasaan seperti ini. Aku tak banyak memikirkan tentang jawabannya.
Aku lebih banyak teringat pada kejadiaanku tiga tahun silam. Saat aku benar-benar merasa mataharipun segan menghangatkan hatiku yang mendung merudung duka. Tangisan hati tanpa air mata.
Melihat orang yang selama ini aku sayangi, melakukan hal yang seharusnya belum pantas dilakukan, dengan orang yang aku anggap Rival didalam kelas.
Menyedihkan sekali yang telah terjadi denganku, melihat dengan mata kepala sendiri orang yang amat sangat aku sayangi bercinta dengan orang lain. Setelah itu hidupku seperti mengapung, membiarkan diriku didebur sang waktu. Aku pasrah andai aku menjadi manusia tanpa jiwa.


Pandanganku mengabur, kulihat sepasang tangan hangat menghapus air mataku. Tangan-tangan itu juga perlahan merengkuhku dalam pelukannya. Hari itu aku merasa hanya berdua dengannya didunia ini. Hanya disaksikan mentari yang menguning menjelang senja.
Elang mendengarkan kisah masa laluku dan menghapus setiap bulir-bulir air mataku. Sore itu juga, aku masih ingat, saat dia bertanya bagaimana perasaanku. Dan disore itu juga ia…disaksikan separuh mentari, menatapku dan menciumku.
Ku tahu rasanya kalau ini lebih dari ciuman sayang seorang kakak terhadap adiknya. Aku tahu rasanya mendustai hatiku untuk mengakui bahwa sebenarnya aku bahagia dengan ciuman ini, satu impianku yang telah lama terkubur. Aku juga menangis mengapa harus Elang yang melakukan ini semua. Mengapa bukan orang lain.
Senja itu ku berlari, kubiarkan ia sendiri merenung mengapa aku menangis meninggalkannya. Hari itu aku merasa bukan diriku, mengapa juga aku terlalu terlarut dalam fikiran masa laluku.
Tapi setelah hari itu aku memilih diam dan menjauh darinya. Aku hanya ingin memastikan pada hatiku bahwa aku tak sedang jatuh cinta dan tak akan jatuh cinta.
*****
Kupilih untuk meninggalkan kota penuh kenangan ini, tanpa meninggalkan sepotong pesan terakhir untuk orang yang masih kuanggap seperti seorang kakak.
Aku hanya pergi membawa potret-potret senyum termanisnya dan menyimpannya dalam album hatiku.Kupastikan bahwa aku tak menangis atau berlari untuk kembali ke kota ini.
*****
Hari-hari itu akan tetap hidup dalam sejarah hidupku. Terlebih lagi hari ini, detik ini aku hidup lagi dengan hari-hariku yang lalu. Selangkah lagi aku akan memulai hidupku yang baru.
Melupakan kejadian disenja itu dan mengaku pada hatiku bahwa sebenarnya aku bahagia dan tak dapat melupakan detik-detik setelah kejadian di senja itu. Dan kufikir tak pernah ada kata salah bila aku menerima pinangan dan lamaran cinta dari seorang Elang untukku.
TAMAT

opini tentang Zakat di Era Globalisasi

KEPUASAN DALAM BERIBADAH


Ramadhan belumlah berlalu, meski telah memasuki minggu ke-3. seperti halnya Disepanjang jalan anda dapat menyaksikan spanduk-spanduk dari beberapa Lembaga Pengelola Zakat, Infaq serta Shodaqoh yang sedang melakukan promo sistim pengelolaan Zakat. Bahkan mungkin spanduk-spaduk ini telah hadir sebelum kita menunaikan ibadah puasa.
Tidak sedikit dari Lembaga-lembaga tersebut yang sedang berlomba memberikan pelayanan atas pengelolaan Zakat semudah mungkin. Hal ini menunjukkan bahwa nantinya masyarakat tak perlu cemas lagi terhadap para pengelola Zakat-nya. Karena banyak fasilitas yang dapat kita nikmati. Selain kita tak perlu repot mengantar Zakat itu sendiri, kita juga dapat lebih mantap beribadah karena Zakat tersebut pasti akan jatuh kepada pihak yang berhak mendapatkannya.
Nantinya, kemudahan kita dalam menunaikan ibadah akan semakin mudah. Dengan hadirnya teknologi yang semakin canggih. Tak hanya Infaq melalui SMS, tetapi mungkin kita juga dapat melihat kondisi daerah-daerah yang masih belum mendapat saluran dana dari para donator tanpa harus datang kelokasi tersebut.
Dengan demikian, selain kita dapat membantu saudara kita yang tidak mampu,seperti para fakir miskin, yatim piatu dan kaum dhuafa’. Kita juga membantu mengurangi maraknya kasus Pemurtadan agama yang bermotif pemberian sumbangan Cuma-Cuma seperti yang sering terjadi di lokasi-lokasi pengungsian bencana alam. Hal ini juga dapat terlaksana bila kita mempunyai kepekaan social yang tinggi tanpa harus adanya Gerakan Sadar berAmal.
Bila hal ini dapat terlaksana, tanpa kita sadari kita telah mengurangi jumlah masyarakat yang kurang mampu meski hanya dalam beberapa tahun saja. Nominal yang harus kita keluarkan pun tak harus besar, asalkan kita ikhlas. Keyakinan saya akan hal ini muncul karena masyarakat kita tak kurang dari Empat Ribu Jiwa. Semisal bila setiap harinya kita dapat menyisihkan uang seribu perak dan dikalikan jumlah penduduk yang ada di Indonesia, tentu saja kita telah membantu saudara-saudara kita yang kurang beruntung.
Dengan demikian, selain dapat menyatukan kembali rasa persatuan dan kesatuan kita sebagai warga Negara Indonesia, kita juga dapat memulihkan kondisi perekonomian Negara. Tak hanya itu, Infaq dan Shodaqoh dapat menyejukkan hati siapa saja yang melaksanakannya. Namun, tentu saja semua ini dapat terlaksana bila di tangani oleh Lembaga yang serius mengurusnya.

***

cerpen SENANDUNG

Senandung tanpa Nada


Sebuah hubungan yang terjalin tanpa ikatan resmi dan yang selalu kutakutkan bila terjadi lagi padaku. Inilah yang kusebut Senandung Tanpa nada. Sebuah lirik yang tak dapat dinyanyikan, hanya syair-syair yang diam. Makna kesungguhan dari perasaan yang hanya terombang-ambing. Tak terungkap dan terselubung.
Mengenalmu sebagai seorang lelaki yang memiliki kasih sayang yang sama seperti yang lain. Tapi kubilang ini tak sama. Kubilang ini bukan Cinta, namun lebih dari sebuah persahabatan yang pernah ada.
Dialah yang selama ini menganggapku layaknya anak kecil yang manja. Padahal aku Belia, gadis yang telah beranjak dewasa.
Yang kubutuhkanpun lebih dari kasih sayang semata. Namun perhatiaannya selama ini malah semakin membuatku nyaman dari lelaki manapun.
Tapi entah mengapa kami punya satu hati saja. Aku menyanyanginya dan begitu pula dengannya. Sebenarnya bisa saja kami mempunyai kehidupan sendiri-sendiri. Namun hingga sampai saat ini kami lebih sering sibuk bersama, dan tak pernah terfikir untuk membuat dunia masing-masing.
Dialah Abangku, lelaki yang kumaksud. Yang kumiliki dengannya adalah sebuah hubungan tanpa ikatan resmi. Cerita-cerita kamipun mengalir layaknya lirik yang tak bernada. Kami selalu bersama meski kami bukan saudara. Kami pun sama-sama tumbuh dari tempat asal yang berbeda.

Sebuah hubungan yang terjalin tanpa ikatan yang resmi dan yang selalu kutakutkan bila terjadi lagi dalam hidupku. Karena kini kurasakan, dan karena kutakut bila ku jadi jatuh cinta padanya. Meski ku susah payah untuk tak menyentuh hatinya.
Kuyakin bisa dan kuharap pada akhirnya nanti kami bisa ciptakan kehidupan masing-masing. Jika tidak, biar Tuhan-lah yang tetap menyatukan kami dalam sebuah ikatan kasih yang direstuiNya.
ÿ TAMAT ÿ